solo-traveling-eropa

Tips Solo Traveling Ke Eropa-Mulai Dari Mana

Halo teman-teman, kali ini saya mau share tips solo traveling ke Eropa berdasarkan pengalaman saya di bulan Mei 2016. Ini kali pertama saya ke Eropa dan total perjalanan saya adalah 3 minggu dimana satu minggu pertama saya pergi bersama satu grup jalan-jalan semi madiri dan 2 minggu berikutnya saya lanjut solo traveling.

Tips Solo Traveling ke Eropa saya tulis berdasarkan pengalaman saya. Saat merencanakan di awal, cukup membingungkan buat saya jadi saya catat semua disini. Kalo kita jalan sendiri, perencanaan sebaiknya sudah matang dari sebelum kita berangkat.

Saya banyak baca dari buku-buku penulis buku solo traveling seperti Claudia Kaunang, Matatita, browsing di internet, baca-baca dari blog teman-teman traveler Indonesia maupun luar. Dan akhirnya setelah mengalami sendiri, saya dokumentasikan perjalanan saya biar ga lupa dan semoga bermanfaat buat teman-teman.

Solo Traveling ke Eropa

Kalo versi solo traveling menurut saya adalah pergi sendiri untuk traveling ke suatu tempat, dan bikin rencana mau traveling kemana saja dan ngapain disana. Kadang di satu destinasi saya ikut satu tour misalnya walking/hiking tour. Saya juga mengatur supaya perjalanan saya cocok dengan ketertarikan saya jadi bersifat sangat personal.

Pertama kali solo traveling ke Singapore di tahun 2012, kemudian Jepang Desember 2015 dan terakhir Eropa Mei 2016. Rasanya saat solo traveling, semua jadi lebih memorable mungkin karena kita fokus dengan semua yang kita rasakan, beda kalo ada teman, dan juga selama solo traveling saya bisa bebas mau kemana aja. Dari mana untuk mempersiapkan semuanya? Saya menyusun 10 langkah di bawah ini.

1 Tentukan Destinasi dan Rute

solo-traveling-ke-eropa

Mont Blanc Italian Border

Karena grup traveling saya berakhir di Amsterdam, saya mulai dari sana dan dengan destinasi yang saya ambil :

Amsterdam-Paris-Geneva-Milan-Venice-Florence-Rome

Saat saya traveling bersama grup saya jalan ke Belanda, Jerman, Luxemburg jadi saat jalan sendiri saya pilih destinasi di atas. Pesawat saya arrive di Amsterdam dan akan pulang dari Roma.

Saran saya jangan terlalu banyak destinasi yang diambil karena kita ga bisa maksimal menikmati satu destinasi dan perlu juga istirahat yang cukup.

 2 Rute dan transportasi

solo-traveling-ke-eropa

Trenitalia

Amsterdam-Paris : Megabus

Paris-Geneva : Ouibus

Geneva-Milan : Ouibus

Milan-Venice : Trenitalia

Venice-Florence : Trenitalia

Florence-Rome : Megabus

Satu situs yang ngebantu banget nentuin destinasi, rute dan transportasi : https://www.rome2rio.com/ disitu kita tinggal mengetik destinasi awal dan tujuan maka akan muncul alternatif transportasi beserta perbandingan harga dan lama perjalanan serta link untuk ke situs pemesanan tiket.

3 Itinerary

Tentukan mau explor apa saja dan kemana di satu destinasi jadi kita bisa menghitung sebaiknya berapa hari kita perlu stay di satu negara/kota. Contohnya di Roma saya mau ke Coloseum, Spanish step dan Fontana De trevi jadi sekitar 2 hari stay di Roma. Tambahkan cadangan tujuan jalan-jalan jika masih ada waktu tersisa. Catat tips yang paling bermanfaat ini : saya selalu tanya ke tourist information atau pegawai hostel apa yang bagus diexplore, cara kesana dan berapa lama untuk mencapainya.

Itinerary ini juga penting dibikin untuk melengkapi visa, walaupun nanti pada kenyataannya saat kta sudah di tujuan kita ga ikutin itinerary yang kita serahkan untuk syarat visa juga ga papa.

Ini itinerary lengkap dengan transportasi dan hostel

Hari ke/TglLokasiAktifitasTransportasiStay
1/13 MeiAmsterdamKeliling Amsterdam
Albert Cuyp Market
Berangkat ke Paris dari Sloterdijk stasiun
Tram
Tram
Megabus
On Bus
2/14 MeiParisSampai hostel
Versailles
Metro
Metro & RER
Generator Hostel
3/15 MeiParisExplore ParisMetroGenerator Hostel
4/16 MeiParis-GenevaExplore Paris
Berangkat ke Geneva dari Gare de Bercy
Metro
Oui Bus
On Bus
5/17 MeiGenevaSampai hostel
Daytrip to Annecy
Explore Geneva Old Town
Walking
Bus
Tram
Geneva Hostel
6/18 MeiGenevaDaytrip to Mount TitlisKeretaGeneva Hostel
7/19 MeiGeneva-MilanBerangkat ke Milan
Sampai Hostel
Explore Milan
Oui Bus

Metro
Urban Brera Hostel
8/20 MeiMilan-VeniceBerangkat ke Venice
Sampai Hostel
Daytrip ke Burano
Trenitalia
Walking
Water Bus
Venice Luxury
9/21 MeiVeniceExplore Venice
Berangkat ke Florence
Sampai ke hostel
Water Bus
Trenitalia
Bus
Galla D'oro
10/22 MeiFlorenceExplore Florence
Gallery Uffizi
Ferragamo Museum
Walking
Walking
Walking
Hostel Archi Rossi
11/23 MeiFlorenceDaytrip to Cingue TerreTour BusHostel Archi Rossi
12/24 MeiFlorence-RomeExplore Florence
Berangkat ke Rome
Sampai Hostel
Walking
Mega Bus
Metro
The Yellow
13/25 MeiRomeKeliling RomeWalking & Bus
The Yellow
14/26 Mei RomeVatican
Berangkat ke Flumicino Airport
Metro
Bus
On Board

4 Visa

Setelah selesai bikin itinerary, saatnya mengajukan visa Schengen. Karena saya arrive di Amsterdam dan paling lama stay disana, maka saya mengajukan visa ke Kedutaan Belanda. Saya mengajukan melalui travel agen.  Beberapa catatan tentang visa yang mungkin banyak ditanyakan antara lain :

1.Pilih Kedutaan sesuai arrival kita dan buatlah itinerary paling lama di negara tersebut

2. Rekening bank disiapkan lebih dari 3 bulan ke belakang dan jika saldo masih sedikit, sebaiknya diisi pada sebelum 3 bulan tsb, jangan mendadak diisi dalam jumlah besar

3. Jumlah saldo tabungan memang tidak terlalu jelas diisyaratkan diisi berapa tapi untuk amannya sekitar 50 juta ini biasanya disyaratkan oleh travel agent yang membantu pembuatan visa

4. Sertakan Itinerary lengkap, bukti booking hotel (saya menggunakan booking.com), booking tiket bus dan kereta antar kota/negara, make sure semua sesuai tanggalnya sesuai antara itinerary dan bookingan.

5. Tiket pesawat tidak harus sudah dibayar.  Saya booking tiket pesawat Qatar Jakarta-Amsterdam Rome-Jakarta.  Dan saya bayar setelah visa Schengen keluar.

6.Surat-surat yang diperlukan (sesuai status misalnya pelajar, pekerja, ibu rumah tangga)

5 Packing & What to remember

Karena saya jalan sendiri maka saya juga bamyak mencari tahu tentang kemanan negara yang saya tuju.  Paris dan Italy masuk ke dalam daftar dimana scam kepada turis tergololong cukup tinggi. Seperti pick pocket, pemaksaan membeli barang (dari informasi yang saya baca). Walaupun kenyataannya saya bersyukur engga mengalaminya, cuman beberapa kali melihat gerak-gerik orang yang seperti mau mencopet jadi saya langsung hindarin.

Untuk itu saya pakai money belt , gembok untuk di hostel, tali pengikat koper.  Selalu siapkan cadangan fotokopi daftar hostel dan alamat penting untuk berjaga-jaga kalo kita tersesat dan bingung kembali ke hostel.  Pada saat saya kesana bulan mei lalu, 2 bulan sebelumnya terjadi pengeboman di Brussel dan selama saya berkunjung terutama di Paris dan Italy, dimana-mana ada banyak sekali polisi/tentara yang berjaga jadi saya cukup merasa aman. Saya juga selalu menanyakan arah kepada polisi.

Bulan Mei sudah masuk spring tapi suhu disana tetap dingin jadi saya bawa juga longjohn, coat dan kaos kaki tebal.

6 Penginapan

solo-traveling-ke-eropa

Venice Luxury Hostel

Selama 2 minggu saya menginap di hostel.  Semua saya pesan lewat booking dot com.  Pemilihan hostel biasanya saya baca dari review di situs tsb dan melihat lokasi apakah dekat dengan public transportation dan harga sesuai dengan fasilitasnya.  Kenapa saya pilih hostel ? Karena kalo kita sendiri lebih murah pake hostel dan karena seharian udah jalan sendiri, saya mau tidur ada teman sekalian bisa berbagi info tentang traveling. Semua hostel saya pilih female dorm dan alhamdulillah aman dan nyaman. Harap dicatat bahwa ini hostel bukan hotel. Postingan tentang review semua hostel selama trip ini akan saya tulis di post selanjutnya.

7 Rincian Biaya

Biaya saya bagi menjadi 2 yaitu biaya pasti dan biaya tambahan

Biaya pasti (semua sudah dipesan dari Indonesia)

1.Pesawat : IDR 11,000,000 (Qatar Airways rute Jkt-Amst Rome-Jkt)

2.Penginapan :

Generator Paris :61 Euro (2 malam)

Geneva Hostel : 68,7 CHF (2 malam) atau 63,2 Euro

New Generation Hostel Urban Brera : 21 Euro (1 malam)

Venice Luxury Hostel :40 Euro (1 malam)

Florence : Hostel Gallo D’oro 34,9Euro

Hostel Archi Rossi 56 Euro (2 malam)

Rome : The Yellow 63,8 Euro

Total Penginapan : 339,9 Euro atau IDR 4,758,600

Catatan : Ada pajak kota/hari yang akan ditagihkan saat kita check in sekitar 1-1,5 Euro/hari (pengeluaran di atas belum termasuk pajak kota)

3.Transportasi antar negara/kota :

Amsterdam-Paris: Mega Bus 14,5 Euro

Paris-Geneva : OuiBus 39 Euro

Geneva-Milan : OuiBus 25 Euro

Milan-Venice : Trenitalia 29 Euro

Venice-Florence : Trenitalia 29 Euro

Florence-Rome : Megabus 2,5 Euro

Total Transportasi antar negara : 110 Euro (IDR 1,540,000)

Grand Total Pengeluaran pasti 1+2+3= IDR 17,298,600

Biaya Tidak Pasti ( mencakup makan, transportasi lokal, tiket atraksi, shopping) :

Rincian biaya tiap destinasi dan grand total dari 2 minggu solo traveling di Eropa akan saya tulis di postingan berikutnya.

8 Personal Note

1.Untuk menghemat uang, saya mengisi ulang botol minum dengan air kran

2.Bawa pop mie, bubur ayam instan dan kopi dari rumah

3.Menghemat biaya penginapan dengan cara naik bus malam antar negara, saya ambil cara ini saat dr pergi dari amsterdam-paris dan paris-geneva

4.Download peta offline saat di Paris sehingga bisa mengatur itinerary saat explore satu kota supaya hemat waktu dan tenaga

5.Keliling Paris dan Italy paling enak pake metro tiket 24 jam (di venice pake water bus) karena cepat sampai tujuan dan murah. Sistem metro di Paris juga paling gampang dimengerti.

6.Traveling antar kota di Italy paling enak naik kereta karena cari stasiun mudah dibanding cari bus stop yang lokasinya kadang ga semua orang tahu kalo ditanya.

7.Keliling kota di Italy naik metro ingat ya beli tiketnya di kios koran (ga ada tiket booth)

9 Siapkan Mental

Solo traveling berarti kamu bakalan sendirian selama perjalanan, so jangan lupa untuk menyiapkan mental juga. Bukan berarti kita jadi memikirkan hal-hal yang tidak enak tapi prepare sebagai solo traveler. Misalnya nih kalo kamu jalan sama grup, bisa aja bergantian bawa atau jagain barang nah kalo jalan sendiri usahakan bawa barang seringan mungkin dan seaman mungkin supaya kita tidak kerepotan nantinya. Begitupun pemilihan tas, dan model pakaian diusahakan supaya tetap memberikan keamanan buat kita. Shopping boleh-boleh aja tapi pikirkan juga gimana cara bawa pulangnya ya.

10 What to do first time you get there

Saran saya setiap sampai satu destinasi langsung ke penginapan karena kamu bisa taruh tas baik dititip dulu kalo belum waktunya check in atau langsung masuk kamar. Setelah itu tanya ke pegawai penginapan cara explore destinasi dengan seefisien mungkin. Tanyakan juga daerah yang kurang aman dan transportasi ada sampai jam berapa. Cara menuju penginapan kamu bisa dilihat juga di rome2rio.com.

Semoga 10 langkah di atas bisa membantu mempersiapkan solo traveling kamu ke Eropa.

Saya tulis juga part 2 dan 3 untuk lebih memperjelas lagi silahkan klik di link ini :

part 2 : http://www.mysweetescapediary.com/itinerary-biaya-backpacking-ke-eropa/

part 3 : http://www.mysweetescapediary.com/rekomendasi-hostel-murah-nyaman-paris-geneva-milan-venice-florence-rome/

Teman-teman kalo ada yang mau ditanyakan langsung aja tulis di comment ya, saya usahakan untuk jawab sesuai yang saya tahu dan kalo ada teman-teman yang mau sharing pengalamannya boleh banget jadi kita bisa diskusi disini. Yuk ditunggu ya.

(Cara mengisi comment, cukup isi nama dan email kamu, untuk website boleh diisi boleh tidak. Email kamu ga akan dipublish disini.)

Thanks teman-teman sudah berkunjung ke blog saya, please support me by following my instagram @mysweetescapediary bisa klik lewat link ini http://instagram.com/mysweetescapediary/

error: Content is protected !!
%d bloggers like this: